Home / Bisnis / Kepemilikan Bisnis

Kepemilikan Bisnis

5 months ago under Bisnis. No Comments

Sedikit sharing, beberapa hal yang gua tau tentang kepemilikan bisnis, Nah hal yang perlu diketahui jika ingin berbisnis bersama adalah kepemilikian Bisnis, jangan sampe bisnis yang dibangun bersama, tidak menghasilkan output yang fair, untuk itu pemahaman kepemilikan bisnis wajib di ketahui, saat memulai berbisnis bersama

Skema tergantung kesepakan bersama

Sering kali kita dihadapkan kenyataan bahwa startup Indonesia tidak sepenuhnya milik orang Indonesia, ini dikarenakan banyak investor asing yang ikut membangun bisnis startup diIndonesia

Keuntungannya adalah jaringan bisnis startup tersebut bakalan menjadi internasional, tapi kepemilikan atau sharenya akan dimiliki oleh orang luar negri, atau sering aja kita bilang orang aseng.

Dan jika share itu milik orang aseng, sudah pasti jika dia menghasilkan profit atau keuntungan maka jumlah share atau persentasi yang dipunya otomatis akan lari ke luar Indonesia.

Ya tinggal dipilih aja mau idealis atau mau kapitalis, kalo mau cepetin usaha dengan backing dari luar negri, ya mau nggak mau harus jadi kapitalis, jual semua saham, dengan beberapa seri putaran, supaya startup lu bisa cepat meroket, mulai dari teknologi, pemasaran sampai citra lu di publik, karena dapet kucuran dana yang besar.

tapi nanti ketika sudah waktunya panen lu harus siap berbagi kue, dengan para investor asing, fair lah ya, untuk memonopoli dan dominasi secara cepat, ketimbang buat usaha konvensional tanpa investor, yang sudah pasti lombot

tapi apakah bisa punya usaha tanpa investor, menurut gua sangat bisa karena beberapa bisnis konvensional, membangunnya secara perlahan, bedanya dengan para startup + roket duit dari investor adalah, mereka bertaruh diawal, dengan segala kemungkingan yang ada, untuk itu jika seseorang punya 20% saham, maka ketika rugi pun resikonya 20%, hilang

persentasi ini bisa untung ataupun buntung, tergantung manajemen dan tim produksi yang bekerja dibalik startup yang besar, untuk itu jika lu punya duit banyak, dan mendanai sebuah startup, lu hanya berhak 33% atau sepertiga bagian saja, karena sepertiga lagi dimiliki manajemen, yang mengurusi manusia yang ada di dalam bisnis, dan sepertiga lagi milik tim produksi, yang membuat orang mengenal bisnis dan merek lu.

sampai saat ini menurut gua skema ini fair, karena dengan duit saja lu nggak bisa membuat produk, dan dengan produk saja belum tentu manajemennya baik, dan jika manajemenya saja apa yang lu bisa kerjakan ? ketiganya saling membutuhkan satu sama lain.

untuk itu pembagian resiko dan keuntungannya akan sesuai, karena setiap tim bekerja sesuai dengan porsinya, mungkin jika skala besar mereka bekerja sepertiga bagian, tapi didalam sepertiga itu mereka akan bekerja 100%, semisal tim produksi harus bekerja 100% menghasilkan produk yang bagus, urusan menajemen, pemasaran itu urusan tim manajemen

kalo gua sih lebih suka 30% teknikal, 30% manajerial, 30% pemilik modal, 10% RND, nah di tim Research and Development, atau tim pengembang ini, harus ada founder dari startup tersebut, karena si founder lah yang punya visi, kemana kapal akan tertuju,

Pembagian diatas bukan berarti saham founder harus atau hanya 10%, tapi para pengembang + founder harus punya 10%, semisal foundernya adalah orang teknikal + pengembang, maka dia punya 40% saham, ini berarti sahamnya mayoritas, dan 10% saham founder ini tidak bisa dijual, karena sudah di lock, saham yang boleh diperjual belikan adalah saham pemilik modal

karena pemilik modal hanya terikat dengan keuntungan semata, dia tidak akan terlibat dengan produk, ataupun pemasaran, sudah pasti seseorang memasukan uangnya, adalah untuk menggandakannya di masa depan, jadi jelas, kadang investor hanya mementikan keuntungan perusahaan

tanpa melihat dampak dari kebijakan, semisal jika harga produknya 10.000, para pemilik modal akan mencoba membuatnya menjadi 15.000 agar keuntungan yang di dapatnya bisa lebih banyak, ini wajar, karena pemilik modal hanya berkontribusi terhadap pendanaan saja.

untuk itu founder + teknikal dan manajemen yang harus berusaha mempertahankan customer dan produk sebaik mungkin ,karena mereka lah yang tau seluk beluk, dan kemana sebuah merek akan berlabuh. nah ini pasti akan dilakukan dengan voting, jadi kalo dihitung 10% + 30% + 30% = 70%, otomatis kebijakan tadi bisa di cut, kecuali ada cepu dari pihak manajemen ya, wkwkw

perusahaan yang baik adalah yang punya dampak terbesar, terhadap kehidupan manusia, contohnya spacex dengan starlink, lalu tesla dengan mobil listriknya, ini sangat berdampak pada penggunaan internet dan penggunaan minyak di bumi

Jadi mari berbisnis yang menghasilkan dampak yang baik, bukan hanya menghasilkan keuntungan, karena tugas kita di bumi adalah memakmurkannya, bisnis yang terlalu cepat, kadang juga akan lebih cepat mengeksploitasi kehidupan di bumi.

Ilmu ini sedikit banyak gua dapetin dari hasil validasi persentasi kekuasaan di lembaga mahasiswa, wkwk seru liat orang berpihak dan saling serang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Save my name and email for the next time I comment.